Pada tulisan pertama, saya pernah mengatakan bahwa salah
satu yang membuat saya memulai blog (kembali) adalah karena Facebok sudah penuh
sesak dengan sampah. Eits… tunggu dulu. Saya tidak alergi dengan perbedaan
pendapat sehingga saya menyebut pendapat yang berbeda sebagai sampah, yang saya
maksud sampah di sini adalah argument yang buruk yang seolah-olah tidak
diproduksi oleh manusia yang berpikir, namun dari dari mesin generator kata
serupa chapta.
Setelah saya amati, ternyata produsen dan konsumen sampah
ini bukan orang yang bodoh, beberapa bahkan sanggup menyelesaikan study dalam
bidang yang tergolong sulit. Salah satu penyebab dari orang-orang yang tidak
bodoh tersebut memproduksi dan atau menkonsumsi sampah adalah ketidakmampuan (ketidakmauan?)
berpikir kritis. Setelah iseng googling, ternyata pengamatan saya tersebut tidak keliru-keliru amat. Silakan baca di sana, di sini, atau di situ.
Apa itu critical thingking?
Banyak definisi critical thingking yang bisa kamu peroleh
dengan googling, dan daripada tulisan ini menjadi panjang silakan cari sendiri
definisi dari critical thingking ini. Saya hanya mau bilang bahwa dengan critical thingking kamu dapat memastikan bahwa
kamu memiliki alasan yang bagus untuk meyakini suatu pernyataan. Critical
thingking juga dapat menolong kamu untuk membangun argumen yang baik bukan
sampah.
Supaya tidak bingung bagaimana critical thingking bekerja,
simak contoh berikut.
Misalkan kamu sedang ngobrol tentang reuni SMA dengan teman
kamu yang bernama Santi. Santi menginformasikan bahwa Henry tidak akan
menghadiri reuni. Sebagai seorang yang rasional kamu perlu alasan yang masuk
akal mengapa kamu harus mempercayai apa yang diinfokan Santi. Kamu lantas
bertanya kenapa Henry tidak akan datang ke acara reuni. Ada beribu macam
kemungkinan jawaban dari Santi, kita persempit menjadi 3 kemungkinan jawaban.
Santi: 1.” Saya
tidak suka sama dia.”
2. “Dia sangat pemalu, dia tidak
suka keramaian. Saya jarang melihat dia di keramaian.”
3. “Dia sedang di Papua, dia
kehabisan tiket pesawat.”
Dari ketiga jawaban di atas, jawaban manakah yang menurut
kamu meyakinkan? Mari kita simak uraian berikut,
Jawaban pertama jelas sangat tidak meyakinkan. Kamu tidak
akan percaya Henry tidak dating ke reuni karena hal tersebut. Pernyataan nomer
2 cukup meyakinkan kamu kalau Henry tidak akan datang ke acara reuni, karena
jika Henry sangat pemalu dia tidak akan datang ke acara reuni yang kemungkinan
dihadiri banyak orang, tapi tidak menutup kemungkinan Henry datang ke acara
reuni. Jawaban nomer 3 merupakan paling meyakinkan, acara reuni diadakan sore
sementara Henry sedang di Papua dan kehabisan tiket.
Kapan Critical Thingking diperlukan?
Kasus Henry di atas hanya contoh bagaimana critical
thingking bekerja, tentu saja jika kamu ingin tahu Henry datang atau tidak ke
acara reuni kamu tinggal menunggu acaranya mulai, tidak perlu tahu apakah argumen
yang dibangun Santi masuk akal atau tidak, kecuali jika kamu memang ingin
basa-basi.
Jadi, kapan kita membutuhkan critical thingking ini? Jawabannya
sederhana, jika kamu butuh argumen yang rasional. Jadi, jika kamu sedang berdebat
diskusi, critical thingking dapat menjadi salah satu alat yang membantu kamu menuju
kesimpulan yang rasional.
Komentar
Posting Komentar