Judul yang aneh bukan? Tapi saya merasa ini lebih baik
daripada saya menggunakan judul TERUNGKAP!! SEKOR…DST. Pada tulisan saya akan
membagi pengalaman tentang menjadi seorang editor kebetulan.
Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan menjadi
seorang editor (saya memang tidak pernah membayangkan/bercita-cita tentang
profesi apa yang akan saya jalani di masa mendatang, terdengar mengerikan
bukan? Jangan ditiru! Bercita-citalah). Selain tidak pernah membayangkan
menjadi editor, saya memang bukan orang yang melek literasi, buku yang pernah
saya baca hanya buku sekolah/kuliah (itu pun menjelang ujian, sekali lagi:
jangan ditiru).
Menjadi editor bagi saya adalah takdir meskipun saya tidak
ditakdirkan menjadi editor.
Di tengah kejenuhan pekerjaan di salah satu perusahaan
telekomunikasi, saya chatting dengan teman, sebut saja Erix, singkat cerita
tempat dia bekerja sedang membutuhkan beberapa editor dan saya pun tergoda
untuk mencari tantangan suasana baru karena menurut Erik saya pasti
diterima jika melamar pekerjaan di sana, dan benar saja saya diterima bekerja
di sana.
Tes dan Wawancara yang Aneh.
Dari beberapa kali pengalaman saya melalui proses
recruitment kerja, rasanya perusahaan ini yang prosesnya paling aneh (mungkin
satu-satunya yang aneh). Bagaimana tidak, saya hanya bisa mengisi sedikit dari
dua test yang diberikan (padahal soalnya tidak susah-susah amat). Setelah
menunggu sebentar saya pun diwawancara. Dengan suasana yang tidak professional formal saya
diwawancara oleh dua orang pewawancara. Diantara suasana serba aneh puncaknya
adalah ketika saya menjawab pertanyaan “Gimana tadi tesnya?” saya jawab dengan
“tidak bisa, pak, sudah pada lupa. Tapi kalau baca2 lagi saya bisa, kok!”. Dengan jawaban tersebut saya pun diterima
bekerja di perusahaan tersebut.
Tadinya saya ingin menulis pengalaman menjadi editor seperti telah ditulis pada
kalimat awal di tulisan ini, apa daya saya meles, toh tulisan ini sudah sesuai
judul.
Komentar
Posting Komentar