Sebagai tulisan pertama di blog ini, saya akan menjelaskan jelasin alasan
saya menulis blog. Sebenernya saya sudah sering membuat blog (beberapa kosong,
beberapa ada isinya, meskipun kemudian dihapus kembali). Salah satu dari sekian
banyak alasan kenapa gak pernah melanjutkan proyek bikin blog adalah karena keinginan
merasa keren. Keinginan tersebut pula lah yang membuat saya mengapus blog2 yang
pernah dibuat.
Kenapa bikin blog(lagi)?
Seperti telah disebutkan di atas, bayak alasan kenapa saya
tidak melanjutkan proyek membuat blog (bahkan mengahapusnya). Lantas kenapa
sekarang saya memutuskan membuat blog lagi?Ada banyak alasan kenapa pingin
bikin blog lagi, beberapa diantaranya:
Facebook yang mulai sempit.
Sedikit flashback, saya membuat akun facebook sekitar tahun
2010 karena permintaan seorang teman. Meskipun awalnya tidak begitu niat
membuat facebook, pada akhirnya saya jadi hobi membuka facebook, entah karena
terjangkit sindrom FOMO atau karena magabut (padahal aslinya tugas kuliah saya
banyak).
Awal saya menggunakan facebook, beranda saya kebanyakan saya
pakai untuk melucu (meskipun pada
dasarnya saya pendiam, saya sering melucu di kalangan teman2 dekat),
berpendapat (mengomentari hal baik bermaan ataupun tidak) dan curcol. Puncaknya
saya membuat catatan protes kepada salah seorang dosen dengan menandai semua
dosen yang ada di list pertemanan. Catatan tersebut dikomentari banyak
mahasiswa dari berbagai angkatan dan tentu saja dosen. Konon catatan tersebut
sempat dirapatkan di forum rapat dosen dengan ending saya dipanggil ketua
jurusan.
Mari kita lupakan catatan yang fenomenal tersebut dan
kembali ke topic bahasan. Beda dengan beberapa tahun awal facebook, dimana
suasana pertemanan di facebook sebangun degan dunia nyata. Manusia berbincang
dengan manusia lain dengan media media social. Kiwari facebook berubah, sebelum
berusaha memahami buah pikiran yang kamu tulis sebagai status, kamu cenderung
dilabeli: cebong atau bumi datar. Parahnya beberapa bahkan tidak sempat
berpikir apa yang mereka posting.
Latihan Menulis
Sebagai seseorang yang pernah menjadi editor (malu sih ngaku
pernah jadi editor, bukan karena editor profesi yang jelek, tapi karena saya
merasa gak memenuhi kualifikasi jadi editor, nanti saya ceritain detil di
tulisan yang lain) dan sebagai yang katanya sarjana, kemampuan menulis saya
bisa dikatakan buruk. Semoga dengan menulis blog kualitas tulisan saya perlahan
membaik. Ada Amin?
Mengenali Diri
Ketika membaca subjudul ini, jika kamu mengenal saya secara
pribadi, pasti yang ada di pikiran kamu adalah “Setua itu belum mengenali diri
sendiri”. Malu-maluin memang, tapi mau bagaimana lagi, kenyataannya seperti
itu, kok.
Baru2 ini saya iseng buka tulisan di blog lama. Selain dari
tulisan yang berisi artikel trivia, banyak hal menarik yang baru saya sadari
setelah baca blog lama saya yang bisa jadi bahan renungan atau bahan tertawaan
saya di masa sekarang.
Setelah mengetahui alasan saya membuat blog, semoga kamu gak
menaruh ekspektasi berlebihan terhadap blog ini. Jika kamu ingin membaca hal
keren tentu saja blog ini tidak cocok buat kamu, tapi jika kamu ingin
mengetahui perkembangan (bahkan kemandegan) blog ini saya ucapkan terima kasih
karena bersedia meluangkan waktu untuk membaca blog saya.
Komentar
Posting Komentar